Minggu, 11 Desember 2011

CARA BERGAUL YANG BAIK

Cara BerGaul YaNg BaIk

1. Menghargai Orang lain
Kita sebagai Manusia Yang hidup saling membutuhkan harus bisa menghargai segala bentuk apapun yang ada pada orang lain. Baik itu masalah pendapat, keahlian, maupun sifat dan pribadi dirinya. Jangan sampai keluar kata-kata yang bisa menyinggung orang lain… Kalo kamu mau dihargai oleh orang lain.
2. Bercanda
Memang benar… bercanda adalah sesuatu yang asyik pada diri Manusia, Tapi jangan sampai kita Over Low dalam bercanda sama orang lain dan kita harus melihat situasi orang yang mau kita ajak bercanda apakah memungkinkan apa nggak untuk di ajak bercanda.
Kalo pun dia sedang dihadapi dengan kesulitan yang sangat berat kita harus bisa membuat dia tertawa, tersenyum dan merasa nyaman bila berada di samping kita meskipun dalam keadaan yang segmenting mungkin.
3. Menjadi Orang Yang di Percaya
Kalo kita di Percaya oleh Teman/Orang lain, itu bukanlah sesuatu Yang Baik buat kita, emang sih… dipercaya oleh teman bisa membuat kita senang, senang karena dipercaya oleh orang lain. Tapi yang membuat kita rada susah yaitu apakah kita bisa menjaga kepercayaan yang di berikan oleh orang lain kepada kita??
Jadi, agar kita bisa memelihara kepercayaan itu salah satu caranya ialah Jangan biasakan menjadi mulut Ember, dan berpikir rahasia orang lain adalah rahasia kita juga.
4. Menjadi Teman Yang bisa diandalkan
Nah ini dia.. apakah kita sudah bisa menjadi teman Yang Baik…?
Apakah kita sudah pantas di sebut sebagai seorang teman yang bisa diandalkan? Bisa diandalkan oleh oranglain bila mereka mendapatkan hal yang sangat sulit.
Untuk menjadi teman yang bisa diandalkan memang susah susah Gampang. Cara Gampangnya ialah.. cukuplah memenuhi criteria yang telah disebutkan diatas, yaitu : Kita bisa menghargai Orang Lain, bisa membuat Teman tersenyum dalam keadaan apapun mekipun dalam keadaan yang sangat genting, Menjaga kepercayaan yang diberikan oleh Teman/Orang.
Kalo Cara Lain sih ada.. cuman Kaya’nya cara yang termudah hanya itu.
Sekian dulu dech tulisan dari WHANDI.
Tulisan ini ditulis sendiri oleh whandi, jika ada kata yang kurang atau ada cara lain.. silakan email whandi ke whan_die@yahoo.com
Tulisan ini berdasarkan pengamatan whandi terhadap Lingkungan yang dirangkum menjadi satu.
Oke deh.. Good Luck, buat kalian yang sudah membaca tulisan ini DhIvaR harapkan menjadi orang yang telah di sebutkan diatas. Amin….!

Sabtu, 10 Desember 2011

PERILAKU BURUK YANG HARUS DIHINDARI

Beberapa Perilaku Buruk yang sebaiknya Kita Hindari

Dalam pelajaran agama yang pernah saya terima dikatakan bahwa , setiap manusia akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan apa yang dia kerjakan dan apa yang dia upayakan. 
Dikatakan pula bahwa jika kita berbuat suatu kebaikan maka kebaikan itu akan kembali kepada kita, dan sebaliknya jika kita berbuat suatu keburukan maka keburukan itu juga akan kembali kepada kita.( arah kembaliannya bisa ke diri kita / keluarga kita bahkan masyarakat di sekitar kita. Baik dalam kurun waktu yang cepat ataupun lambat ). Pengetahuan mengenai beberapa perilaku buruk yang sebaiknya kita hindari yang berhasil saya rangkum dari berbagai sumber, antara lain:pertama, kurang atau bahkan tidak berserah diri ( tidak pasrah ) kepada Tuhan Yang Maha Berkuasa. Dan malahan kita menjauhkan diri  dari Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.. Perilaku ini akan berakibat pada diri kita menjadi jauh dari ketaqwaan / kepatuhan dan juga jauh dari ketenangan batin. Secara teologis, kalau perilaku ini kita "abadikan" akan menjadikan Tuhan semakin menjauh dari kita.
kedua, menjadi pemarah, selalu merasa tidak puas, murung dan putus asa. Secara psikologis perilaku-perilaku demikian ini akan membawa kita kepada suasana hati yang tidak ceria dan cenderung akan menyiakan waktu-waktu luang kita yang pada akhirnya bisa berakibat pada hilangnya rasa percaya diri ( PeDe ).
ketiga, menarik diri dari pergaulan yang baik. Termasuk di dalamnya adalah perilaku memutuskan hubungan silaturahhim, memutuskan hubungan keluarga. Perilaku macam ini justru akan menjadikan  diri kita merasa kesepian di tengah keramaian yang ujung-ujungnya batin kita akan merasa tidak tenang, hati selalu gelisah.
keempat, kurang bergerak / melakukan aktifitas fisik sehingga berdampak negatif pada menurunnya kesegaran dan kebugaran tubuh jiwa dan raga.
kelima, makan tidak teratur, kurang bergizi dan kurang minum air putih yang bisa berakibat pada kesehatan pencernaan dan organ-organ tubuh lainnya.
keenam, tetap merokok dan meminum minuman keras ( beralkohol ) yang bisa berdampak buruk pada kesehatan jantung, paru-paru dan berbagai penyakit kanker.
ketujuh,minum obat-obatan penenang dan penghilang rasa sakit melebihi dosis aturan. Perilaku semacam ini akan bisa menyebabkan keracunan obat dan efek samping negatif lainnya bagi tubuh kita.
kedelapan, melakukan kegiatan yang melebihi kemampuan baik dalam hal kemampuan fikiran maupun fisik serta finansial. Perilaku semacam ini jika kita lakukan terus maka bisa berakita pada kondisi kejiwaan berupa stress dan kecemasan.
kesembilan, mengumbar perilaku seksual yang bisa berakibat pada hilangnya gairah seks dalam hubungan suami istri serta berdampak buruk pada keharmonisan rumah tangga. Juga tidak menutup kemungkinan terjangkit penyakit menular seksual semisal Aids, raja singa dll.
kesepuluh, tidak memeriksakan kesehatan dan gigi secara teratur. Termasuk di dalamnya tidak menjaga kebersihan tubuh ( dengan mandi 2 kali sehari ) serta menggosok gigi secara teratur ( dua kali sehari setelah makan pagi dan malam hari sebelum tidur ).

Demikianlah beberapa perilaku buruk yang sebaiknya / seharusnya kita hindari sepanjang kita menjalani kehidupan di dunia fana ini. Apa yang saya tuliskan mungkin baru sekian % dari perilaku-perilaku buruk lainnya yang belum terekam dalam pikiran saya. Semoga pengetahuan ini bermanfaat bagi kita semua.

CARA MENCEGAH PENYAKIT MALAS

Rasa malas sejatinya merupakan sejenis penyakit mental. Siapa pun yang dihinggapi rasa malas akan kacau kinerjanya dan ini jelas-jelas sangat merugikan. Sukses dalam karir, bisnis, dan kehidupan umumnya tidak pernah datang pada orang yang malas. Rasa malas juga menggambarkan hilangnya motivasi seseorang untuk melakukan pekerjaan atau apa yang sesungguhnya dia inginkan.
Menurut (Edy Zaqeus: 2008) Rasa malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Masuk dalam keluarga besar rasa malas adalah menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, rasa sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban,dll.
Pendapat lain menyebutkan bahwa malas juga merupakan salah satu bentuk perilaku negatif yang merugikan. Pasalnya pengaruh malas ini cukup besar terhadap produktivitas.
Karena malas, seseorang seringkali tidak produktif bahkan mengalami stag. Badan terasa lesu, semangat dan gairah menurun, ide pun tak mengalir. Akibatnya tidak ada kekuatan apapun yang membuat Anda bisa bekerja. Kalau dibiarkan saja, penyakit malas ini akan semakin ‘kronis’.
Pada era globalisasi, perilaku malas sangat merugikan. Sebab, pada era ini berlaku nilai siapa yang mampu dan produktif, dialah yang akan berhasil. Tapi tentu saja, perilaku ini bukanlah kartu mati yang tidak bisa diubah.
Menurut pakar psikologi, seseorang berperilaku malas terhadap pekerjaan atau suatu kegiatan disebabkan karena dia tidak memiliki motivasi yang kuat setiap kali mengerjakan sesuatu.
Seorang yang malas bekerja, motivasinya terhadap pekerjaan tersebut sangat rendah. Sikapnya terhadap pekerjaan itu cenderung negatif akibat persepsi yang diberikannya terhadap pekerjaan itu kurang baik. Ini lantaran sistem nilai yang ada dalam dirinya membuat dia berperilaku malas untuk melakukan pekerjaan itu. Sementara terhadap pekerjaan lainnya mungkin tidak begitu.
Artinya, perilaku itu bisa dibentuk kembali menjadi baik atau tidak malas. Pembentukan kembali perilaku seseorang tadi sebetulnya sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, bisa orang tua, teman, atau orang lain di sekitarnya. So, dalam mengubah perilaku seseorang, yang paling mendasar adalah mengubah persepsinya.
Untuk itu, perlu mempelajari dan mengambil sistem nilai yang bisa mengubah persepsinya atau memberikan sistem nilai lain yang baru baginya.
Menurut Dollard & Miller, psikolog asal AS, perilaku manusia terbentuk karena faktor ‘kebiasaan’. Jika seseorang terbiasa bersikap rajin dan bersemangat maka ia akan selalu rajin dan bersemangat, begitu juga sebaliknya. Sehingga jika Anda tergolong pemalas, jalan untuk merubahnya adalah dengan membiasakan diri untuk melawan sikap malas. Dollard & Miller menambahkan, ‘teori belajar’ juga cocok untuk merubah sikap malas.
Belajar disini dijabarkan ‘memberikan stimulus (rangsangan) agar terbentuk respons sehingga menimbulkan drive atau dorongan untuk berperilaku. Dan kalau berhasil, Anda akan mendapatkan reward atau imbalan.
Rasa malas jelas merugikan. Obat mujarabnya adalah menumbuhkan kebiasaan disiplin diri dan menjaga kebiasaan positif tersebut. Sekalipun seseorang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika kemalasannya mudah muncul, maka cita-cita atau impian besar itu akan tetap tinggal di alam impian. Jadi, kalau Anda ingin sukses, jangan mempermudah munculnya rasa malas